Anda disini : TOP >> Dunia Aneh >> Emosi Pagi Hari
Emosi Pagi Hari
Entah apa yang akan terjadi hari ini, aku juga kurang tau. Bahkan tiada seorang pun yang tau. Yang aku tau, masih pagi-pagi gini, emosi sudah selaksa dipompa, naik di level lumayan tinggi. Hmm..., dasar premang kalee, bawaannya emosi mulu.

Itu berawal dari seorang teman blogger di catatanku.com, menulis tentang cara hacker curi data kartu kredit. Aku iseng-iseng membaca tulisan itu. Eh..salah, yang aku baca banyakan komentar yang masuk ding. Dan terpampanglah komentar yang menjadi pemicu emosi ini. Intinya, sang komentator(maksudnya, yang nulis komentar, hihihi....) protes mengenai isi tulisan yang katanya sudah tau. Sementara yang pengen beliau tau adalah cara detailnya. Ditambah lagi dengan "makian" MULUT BESAR. Kontan tangan ini langsung gatel, menulis komentar tandingan. Hihihihi...., pan demo aja sekarang ada yang namanya demo tandingan. Komentar pun bisa kan?

Aku lalu merenung sedikit. Ini orang mau berbuat jahat aja pengennya jalan pintas. Mau meng-crack, pengennya ada yang nyiapin tools instant. Moral ini dah kadung rusak aku bilang. Dah gitu, gak tau malu pake maki-maki lagi. Dah niat setan, gak tau malu lagi. Upss...., sorry, namanya juga lagi emosi.

Harusnya kan belajar biar tau seluk beluknya. Dan itu digunakan untuk hal yang positif. Ataukah ini memang potret manusia negeri ini? Sangat disayangkan. Padahal pintar tapi mental rampok, masih lebih mending bego'. Orang bego' mah, paling merusak masa depan diri sendiri. Kalo pintar tapi bermoral iblis, bisa menghancurkan masa depan banyak orang.

Katanya lagi, membuang-buang waktu. Padahal yang membuang-buang waktu itu, sang komentator sendiri. Postingan malah positif, minimal untuk sharing ilmu, dan tentu bukan untuk orang yang sudah tau tentang hal yang tertulis. Artinya, salah besar kalau dibilang membuang-buang waktu.

Apapun yang aku rasakan, tentu bukanlah cermin apa yang dirasakan orang lain. Tapi aku yakin, emosi ini positif. Yang pasti, kata-kata bijak, "Ambil yang baiknya, buang yang buruknya" perlu lagi dijadikan pegangan untuk menapaki kehidupan ini. Bukan malah sebaliknya, yang baiknya gak diambil, maki-maki nuntut yang buruknya, seperti sikap komentator tadi. Edaaaaaannnnnn.....!

Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/226_826_2008_04