Anda disini : TOP >> Dunia Keluarga >> Resmi Jadi Murid SD
Resmi Jadi Murid SD
Dalam tulisan Farhan lulus masuk SD, aku menceritakan tentang Farhan yang begitu gembira bisa lolos di satu-satunya SD yang dia daftar beberapa saat lalu. Cerita kepedean itu aku dengar dari mulutnya sendiri ditambah cerita sampingan dari mamanya.

Kali ini, giliran aku yang menyaksikan langsung betapa anak yang satu ini memang tidak ada rasa mindernya. Pembuktian itu aku alami tatkala menyelesaikan tetek bengek pembayaran uang muka dan pengukuran baju di SD yang bersangkutan, hari sabtu kemarin.

Sekitar jam 10-an, aku bersama Farhan meluncur ke sekolah yang dimaksud. Sengaja pergi bersama si Farhan, karena aku sendiri belum tau persis letak sekolahan tersebut. Maklum, kalau tidak ada urusan penting, aku termasuk orang yang malas keluar selain pergi kerja. Akibatnya, daerah di sekeliling tempat tinggalku saja belum bisa aku kuasai. Dan keadaan ini sepertinya akan berlanjut setelah ditambah oleh naiknya harga BBM.

Sekali lagi, si Farhan lah yang menjadi penunjuk jalan, sehingga aku bisa sampai dengan selamat di pelataran SD yang dia akan masuki.

Sesampai di sana, aku langsung bergegas menuju ruang administrasinya, dan disambut oleh seorang guru wanita berjilbab yang bertampan lumayan. Maklum sekolah ini punya embel-embel Islam Terpadu. Setelah mengucapkan salam, dan sang ibu guru keluar, malah yang disamperin duluan adalah si Farhan. "Farhan yah?", sapanya seakan-akan sudah kenal lama, padahal kesana-nya aja baru dua kali, ketika mendaftar dan saat test masuk.

"Iyah. Sama bapak aku", jawabnya tanpa menoleh kepada sang ibu guru. Dalam hati aku berguman, "ini anak, langsung aja dikenal ma ibu guru, sementara SD ini tidak tergolong terlalu kecil. Gedungnya aja berlantai 3. Tentu anak-anak yang belajar di sana pasti banyak".

Kelihatan Farhan dah akrab banget dengan suasana lingkungan SD itu, sehingga aku biarkan saja tatkala dia minta izin keliling-keliling. "Asal jangan keluar pagar", ujarku.

Dari bu guru di bagian administrasi itu, aku "dipingpong" ke bagian administrasi yang ada di gedung TK. Katanya untuk pembayaran uang pangkal, dibayarnya di sana.

"Farhaaaannn.....", kupanggil Farhan untuk pergi ke gedung TK yang dimaksud.
"Farhan tau gedung TK-nya?", tanyaku setelah Farhan mendekat.
"Tau dong. Kan tadi dilewati", jawabnya.

Akhirnya Farhan yang nganterin aku menuju gedung TK yang memang tidak jauh dari gedung SD-nya. Sesekali Farhan lari ke tempat mainan-mainan yang ada di situ. Bahkan sesekali tanpa permisi, masuk melihat-lihat hal-hal yang menarik perhatiannya. Benar-benar tidak punya rasa segan.

Segala proses pembayaran dan pengukuran baju seragam selesai sudah. Sedikit diskusi tentang kegiatan yang harus kami ikuti berikutnya berhubung awal proses belajar mengajar tahun ajaran baru masih tergolong lama. Semuanya beres, artinya Farhan dah resmi masuk di sekolah tersebut walau kegiatan belajarnya baru akan dimulai bulan Juli nanti. Setelah memaksa Farhan untuk berhenti bermain karena sudah mau pulang, semua urusan sudah beres, akhirnya, kami pun pulang.

Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/226_949_2008_05