Anda disini : TOP >> Duniaku >> Saronso, I Miss You
Saronso, I Miss You


Saronso, demikianlah namanya. Pada prinsip-nya, minuman asli Selayar, sebuah pulau di ujung selatan pulau Sulawesi ini, mirip dengan es kelapa muda. Bahannya-pun nyaris sama. Yang membedakan, saronso menggunakan sedikit air kelapa murni saja, dan selebihnya adalah ekstrak daging kelapa muda yang bila memang masih fresh, benar-benar enak terasa mengalir di tenggorokan.

Minggu lalu, ada seorang teman yang mendapat tugas mengarungi selat Selayar, dan menjelajahi Selayar dari utara ke selatan. Dari ceritanya, bahkan banyak tempat yang dia datangi, yang aku sendiri belum sempat mengunjunginya. Lalu Purple, demikian nama kesayangan teman tersebut, mulai bercerita tentang indahnya pulau Selayar. Pantainya yang berpasir putih bersih. Air laut yang sangat jauh dari pencemaran, hijau-biru bening. Beliau antusias menceritakan kesan mencolok yang dialaminya untuk kali pertama datang di Selayar tersebut. "Benar kan? Selayar itu indah? Selama ini aku gak bohong kan?", demikian aku menimpali. "Sayang memang karena tidak terurus", lanjutku penuh semangat mempromosikan pulau nenek moyangku itu.

Lalu kemudian Purple menceritakan betapa dia menikmati minuman yang bernama saronso ini. "Uenaaakkk abiiissss", ujarnya. Aku hanya bisa mengiyakan, toh dalam hati tetap ada rasa kegembiraan, bahwa tidak perlu aku sendiri yang menjelaskan. Saksi nyata sudah memaparkan pengalamannya, dan itulah testimoni paling meyakinkan dibanding hanya aku yang berkoar-koar.

Teringat masa "kecil" dulu, aku dan teman-teman gemar lari pagi terutama di hari minggu. Setelah kecapekan, bermandi keringat, pulang mengambil gula merah (gula jawa), dan bersama teman berjalan menuju kebun kelapa punya kakek yang letaknya memang tidak jauh dari kota kecil tempat aku tinggal itu. Urusan manjat kelapanya, adalah tugas rutin si Basri, salah seorang teman bermainku dulu. Saat-saat seperti itu, derajat keenakan saronso serasa setingkat dua tingkat lebih tinggi dari biasanya. Pokoknya, sungguh susah untuk dideskripsikan dengan kata-kata. Yang mudah, air liur serasa dipompa mau menghambur keluar dari mulut ini, istilah bahasa Makassarnya, bebeang. :)


Saronso yang asli dibuat dari kelapa muda. Iyah.., kelapa muda dan bukan kelapa setengah tua. Yang dagingnya belum berserat. Terutama bagian atas yang dekat dengan tangkainya, masih cenderung berwujud cair. Dimakan begitu saja sudah terasa enak tiada tara, apalagi diubah wujudnya menjadi saronso, mana bisa tahan.... Bahan lainnya, hanyalah gula jawa untuk pemanis, walaupun sebetulnya daging kelapa muda itu sendiri sudah terasa manis.

Membuatnya gampang, tinggal memotong bagian atas kelapa muda tersebut secara hati-hati agar airnya tidak tumpah keluar. Selepas itu, airnya sebagian besar dikeluarkan, lalu dilepaskan sang daging dari batoknya menggunakan sendok. Caranya seperti menggaruk-garuk secara pelan bagian dalam kelapa itu sendiri. Memang harus pelan-pelan karena kalau tidak, dijamin batok kelapanya sendiri ikut tergores, bahkan bisa bocok karena memang masih lembek.

Tatkala daging kelapa sudah bercampur dengan air kelapa yang disisakan sedikit itu, baru memasukkan gula jawa yang sudah diiris-iris halus agar cepat larut dengan takaran yang sesuai selera masing-masing. Diaduk sedikit, dan saronso asli siap dilahap. Seperti itulah wajah saronso asli versi Selayar.

Aku pernah mempraktekkan di sini, namun hasilnya sangat jauh beda dengan saronso versi Selayar. Kemungkinan tingkat fresh kelapa muda yang digunakan mempunyai pengaruh yang besar. Atau bisa jadi memang kwalitet kepala muda Selayar tidak sama persis dengan yang ada di daerah lain. Pastinya aku tidak tau. Yang aku tau pasti, rasanya jauh beda.

Gara-gara sang teman yang menceritakan tentang saronso Selayar, aku tiba-tiba jadi kangen ma saronso itu sendiri. Dengan sedikit sedih hanya bisa menelan ludah sembari berucap dalam hati, "Saronsooo..., I miss You".


* Gambar adalah hasil karya fotographer amatiran, Purple *


Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/226_1009_2008_06