Anda disini : TOP >> Dunia Aneh >> Keberingasan Sepakbola Nasional
Keberingasan Sepakbola Nasional
Tadi pagi, tatkala bersiap-siap pergi kantor, iseng-iseng aku sempatkan diri melirik harian kompas yang tergeletak di atas meja. Mungkin karena ada perasaan aman, sampai hari ini jalanan belum begitu macet dikarenakan anak-anak sekolah umumnya masih libur.

Dengan suasana santai, mulailah aku membolak halaman pertama harian itu, dan astaga...., mata kaget merasa tidak percaya melihat sebuah adegan  yang hanya pantas dipertontonkan di atas ring tinju, kejadian lagi di tengah lapangan rumput.  Yang lebih memiriskan hati lagi, bahwa si pelaku adalah manager sebuah klub sepak bola nasional. Iyah...., Yoyok Sukawi, Manager PSIS Semarang, melepaskan bogem mentah kepada wasit yang memimpin pertandingan anak asuhnya melawan PMSM Medan.


PremanG hanya berpikir, bahwa terlepas ada tidaknya kecurangan wasit, aksi itu sangat tidak pantas dilakonkan oleh seorang manager klub sepakbola nasional. Atau kalau dibalik ke versi negatifnya, managernya aja tidak beretika seperti itu, maka wajar bahwa persepakbolaan nasional bukannya mempersembahkan prestasi internasional, melainkan tawuran-tawuran antar pemain di lapangan. Apalagi tawuran antar supporter, sangat wajar terjadi. Managernya saja seperti itu.

Itulah persepakbolaan Nasional kita. Prestasi boleh dikata nol besar. Yang ada keganjilan-keganjilan yang tidak masuk nalar manusia normal dan beretika. Wong, ketua organisasi tertinggi persepakbolaan nasional aja seorang narapidana. Tapi kenapa dari sekian banyak elemen bangsa, tidak ada yang betul-betul berani bersuara? Itupun sebuah keanehan.

Namun...., jujur bahwa terlepas dari pemandangan tidak etis itu, saya salut dengan kemampuan sang Manager ini. Kelihaian memperagakan kepalan tinjunya, seperti tidak kalah dengan petinju profesional sekalipun. Dalam hati saya berguman, Yoyok Sukawi ini sepertinya salah tempat berkiprah. Beliau lebih pantas jadi petinju sekalian. Dengan itu, layangan begomnya bisa bersifat legal, tanpa kecaman. Yang ada, teriakan decak kagum dari sang penonton.

Bagaimana dengan anda? Apakah hal yang anda lakoni sekarang sudah dalam medan yang tepat? PremanG pun akan kembali merenung.

*gambar dicomot dari http://epaper.kompas.com*

Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/226_1165_2008_10