Anda disini : TOP >> Dunia Keluarga >> Farhan Juara?
Farhan Juara?
Sekitar seminggu yang lalu, aku mengikuti perintah sekolahan Farhan buat datang. Katanya mau terima raport. Akhirnya walaupun terlambat, aku pergi juga.

Eh..., urutan penerimaan raport Farhan berada di nomor buntut. Alamat sampai siang aku harus nunggu nih..., gumanku dalam hati. Karena tiap orangtua murid diwawancarai sama bu guru, dan kadang lamaaaaaa banget, akhirnya aku keliling-keliling lihat-lihat situasi lingkungan sekolahan tersebut.


Pertama, mataku tertuju pada papan besar di depan kelas Farhan. Karya2 murid pada di tempel di papan itu. Waaaooo...., ada bagan silsilah keluarga tiap murid, dari kakek-nenek, orang tua, dan murid itu sendiri. Dan Farhan sukses ngasal nulis pada bagan itu. Masa' neneknya bernama 'aji'. Padahal itu panggilan kita di kampung sama nenek. Mang dah tradisi yg kurang bagus sih, kalo dah ke tanah suci, dipanggilnya aji. Makanya, nenek si Farhan kita panggil 'nenek aji':D

Aku pikir, gak apa-apalah. Wong namanya juga masih anak SD kelas satu. Usianya juga baru aja masuk usia 6 tahun. Yang penting bukan nama bapaknya yang salah :(

Masuk ke ruangan kelas lagi, masih banyak antrian di urutan sebelum aku. Gak lama, kembali lagi keliling-keliling. Dan kini, aku terdampar ke ruangan perpustakaan. Tepatnya sih, lihat-lihat mading yang tertempel tepat di depan perpustakaan tersebut.

'Lah...koq ada foto gede yang familiar di kepalaku?' Aku pun mendekat, dan betul foto si Farhan yang sebetulnya waktu masih TK, memegang Piala. Di bawahnya tertulis, "Putra terakhitf & terajin membaca di perpustakaan tahun 2008-2009..." Mata aku kucek2 tanda kurang percaya. Abis ini anak masih kelas satu, yang kelas atasannya pada kemana?


Samar-samar seakan terdengar kata-kata..."dan pemenangnya adalah..... Farhan...kelas 1 Al Maidah", bak di acara-acara kompetisi di televisi. Pantesan Farhan pernah minta izin bawa fotonya di rumah ke sekolah. Disuruh bu guru katanya. Ternyata untuk ini toh? Tanyaku dalam hati dengan sedikit bangga. Iyah..., bangga dong, wong aku bapaknya. :)

Singkat cerita, giliran aku dipanggil oleh bu guru untuk wawancara. Omongan bu guru pertama, "seneng bisa ngobrol banyak dengan bapaknya Farhan". "lah...?" Apa ini bu guru naksir ma bapaknya Farhan apa? Pikiranku sedikit iseng.

Farhan juara kelas Pak! Ujar bu guru sambil tersenyum. Dan akupun tersenyum, seakan berucap dalam hati. "siapa dulu dong bapaknya" Makasih bu! ujarku menimpali.

"Farhan jadi asistenku di kelas...." Pujian bu guru satu demi satu keluar. Farhan mandiri sekali.... dan bla bla bla..... yang hanya sanggup aku jawab dengan kata-kata "iyah bu?" atau "makasih bu!"

Lama juga tuh bu guru ngoceh kiri kanan. Walau aku seperti juga kebiasaan Farhan cuman menanggapi seadanya, cenderung cuek. Like father, like son. :)
Akhirnya aku bertanya yang satu-satunya pertanyaanku saat itu. Abis disuruh bertanya sih, padahal aku dah mau pulang, lapeeeerrrr...., "Kekurangan Farhan apaan bu?" Dijawab sama bu guru, "Saya juga bingung ngomong apa kekurangan anak Bapak" Weleehhhh...., yang kreatif napa bu? Mana ada manusia yang perfect, ujarku dalam hati.

Akhirnya aku pamit sama bu guru. Tidak lupa salaman dan mengucapin terima kasih tentunya. Aku kasih hadiah apa yah buat si Farhan? Ciuman sayang aja kalee....., maklum lagi krisis. :D



Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/226_1390_2009_01
Sekitar seminggu yang lalu, aku mengikuti perintah sekolahan Farhanbuat datang. Katanya mau terima r..
Tempat Mangkalnya Si Farhan 2009/01/14 08:17:21
Sekitar seminggu yang lalu, aku mengikuti perintah sekolahan Farhanbuat datang. Katanya mau terima r..
Tempat Mangkalnya Si Farhan 2009/01/14 08:29:03