Anda disini : TOP >> Dunia Sospol >> Jangan Bantu Mereka Membunuh Saudara Kita
Jangan Bantu Mereka Membunuh Saudara Kita
Terasa dunia sudah kehabisan akal menghentikan aksi barbar tanpa rasa kemanusiaan sang zionis. Apa yang kita bisa untuk minimal sedikit mengurangi penderitaan mereka? Demonstrasi? Boleh jadi, walau seperti apa yang kita saksikan selama ini, ternyata itu tidak cukup membantu. Anjing menggonggong, anjingnya tetap tenang melahap bangkai-bangkai orang-orang tak berdosa.

Dari mana bom-bom penghancur massal yang mereka gunakan? Jawabannya, dari kita-kita juga. Ternyata secara sadar maupun tidak , kita telah ikut menyumbangkan peluru-peluru, bom-bom, bahkan penghancur massal yang mereka gunakan untuk meluluh lantakkan tempat bernaung saudara-saudara kita di medan perang sana. Di Afghanistan, Iraq, dan Palestina, tumpukan recehan yang kita keluarkan, mengamuk membabi-buta. Semua dihancurkan tanpa rasa kemanusiaan sedikitpun. Yang ada, kata-kata manis yang selalu dijadikan tamen pembenaran mereka.

Berhentilah menabung buat rudal-rudal mereka. Toh dengan itu, secara individu tidak akan membuat kita sengsara. Starbucks, Mc D, bukanlah simbol kehidupan gaul nan high class penuh prestise dan gengsi, melainkan pundi sumbangan pembuat bom-bom pemusnah massal itu. Silakan dibaca komentar Dr. Mahathir Muhamad berikut ini.


Sepertinya, langkah ini lebih masuk akal dibandingkan mengutuk dengan kata-kata kasar. Toh sekasar apapun, mereka tidak bakalan pernah menggubrisnya. Diam saja, dan lakukan saja pemboikotan. Pasti ada imbasnya terhadap saudara kita yang lain yang berhubungan dengan produk mereka, tp mari kita pikirkan akibat dari "bantuan" kita, niscaya kita akan ada rasa berdosa telah membantunya.

Mulai sekarang, talak tigak dengan produk mereka, mulai dari diri sendiri. Tentu yang bisa kita lakukan dulu, mulai yang kecil-kecil dulu. Kita siap? Sekali lagi mulai dari hal-hal kecil saja dulu. Mulai dari diri sendiri (Aku maksudnya).

Salam damai selalu,
-PremanG-

Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/226_1394_2009_01