Sang Ketua Kelas
13-01-2009

Hari Senin kemarin, Farhan kembali masuk sekolah setelah liburan panjang semesteran. Otomatis, jalanan pun kembali macet, terutama dengan diberlakukannya kebijakan pemda DKI agar sekolah mulai jam setengah tujuh. PremanG merasa, bukannya kemacetan sedikit berkurang, malah jam macet akut makin melebar ke jam enam, yang sebelumnya mulai jam tujuhan. Artinya..., kebijakan itu tidak lebih dari sebuah aksi gali lobang tutup lobang, lobang tertutup, lobang lain terbuka....., demikian kata Bang Haji dalam sebuah lagunya. Tareeeeekkk...menn......!
Ketika pulang kantor, aku iseng-iseng nanya sama si Farhan, "Gimana belajarnya hari ini?"
"Gak belajar koq, pulangnya jam 11:30-an", jawabnya, padahal biasanya pulang sekitar jam tigaan sore.
"Ngapain aja di sekolah sampe jam segitu?"
"Cuma Olah Raga ama main doang koq"
"Oh gitu....", komentarku singkat.
Tiba-tiba Farhan bersemangat cerita.
"Oh iyah..., lupa. Ada juga pemilihan ketua kelas", ujarnya.
Lalu dia bercerita panjang lebar kalau dia jadi ketua kelas semester dua ini.
"Siapa yang nunjuk?", tanyaku.
"Yah... teman-teman sekelas aku lah"
"Mungkin karena Farhan juara kelas kalee yah?", Aku menduga-duga kenapa si Farhan jadi ketua kelas. Sebelumnya untuk memacu jiwa kepemimpinan Farhan sejak, aku memang sering bilang, kalau ada kesempatan, Farhan aja yang jadi ketua kelas. Sebuah hal yang kurang terasa dalam diri PremanG.
"Yang rapi ditunjuk sama bu Guru, ada 4 orang. Aku Regita, Krisna, dan Indah", Dia menjelaskan proses demokrasi yang terjadi di sekolahnya.
"Rapi apanya?", tanyaku.
"Rapi berpakaian, duduk, macem-macem", jawabnya.
Dalam hati aku berguman, ini toh kriteria calon ketua kelas versi anak SD kelas satu di sekolahan Farhan? Karena aku awalnya mengira, itu berdasarkan prestasi akademik aja.
"Regita itu siapa?", Aku mulai mengorek nama teman-teman Farhan.
"Yah..Temanku. Regita Prisanti namanya lengkapnya. Dia juara tiga di kelas", Farhan menjelaskan panjang lebar.
Selanjutnya diapun menjelaskan calon-calon lainnya. Krisna menjabat seksi keamanan. Sementara, Indah katanya juara empat di kelas.
Dari hasil pemungutan suara, Farhan mendapatkan 15 suara, Regita 9 suara dan Indah 4 suara. Sisanya 2 suara diperoleh Krisna. Berarti tidak ada yang abstain karena total teman kelasnya cuman 30 orang, kelakarku dalam hati.
Regita yang mendapatkan suara terbanyak kedua setelah Farhan, bertindak sebagai sekretaris. Sementara Indah sebagai bendahara. Yang ngumpulin uang kas, kata Farhan. Jadi dari proses yang demokratis itu, jadilah si Farhan sebagai ketua kelas, dengan Regita sebagai sekretarisnya, Indah sebagai Bendahara.
"Juara duanya siapa emang?", tanyaku mengingat yang menjadi calon ketua kelas tadi, juara duanya tidak ada.
"Juara dua tuh Fakil, tapi tidak masuk calon", Jawabnya terburu-buru pengen kabur pergi bermain lagi. :D
Track Back : http://manage.catatanku.com/tb.cgi/226_1417_2009_01
Jangan dikira gonjang-ganjing demokrasi hanya ada di dunia orang dewasa. Di dunia anak kecil semacam..
Tempat Mangkalnya Si Farhan
2009/01/15 12:36:36
Oleh mamie ( 14 Januari 2009 10:33:29 )
Oleh PremanG ( 14 Januari 2009 10:54:13 )
Oleh Sharben ( 14 Januari 2009 12:32:02 )
Oleh sha ( 14 Januari 2009 22:50:38 )
Selamat pak buat Farhannya^_^
Oleh handi ( 15 Januari 2009 07:18:07 )
jadi inget waktu kelas 1 SD kerjanya cuma berantem aja.. hehehe...
Oleh PremanG ( 15 Januari 2009 08:34:13 )
Do'akan om. Dan tentu yg lebih utama, jadi pemimpin yang adil dan bijaksana, amanah, berguna bagi sesama, seperti do'anya @mamie
@sha
Wa'alaikum salam ww. Makasih sha.
@Handi
Pantesan ...... :D